ABSTRAK
Hanifah Tri Sediaswati, 13213897
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. ASURANSI KREDIT INDONESIA
PI. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2016
Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Perusahaan Asuransi, Rasio Early Warning System
(x + 52 + Lampiran)
Perusahaan asuransi sebagai lembaga keuangan yang dituntut untuk mempunyai kinerja keuangan yang baik sehingga dapat memberikan rasa aman untuk nasabah yang menggunakan jasa asuransi tersebut. Penilian suatu kinerja keuangan perusahaan bersumber pada laporan keuangan yang dapat diolah dengan menggunakan metode analisis rasio keuangan.
Penulis melakukan penilitian dengan obyek PT. Asuransi Kredit Indonesia di Jakarta, data yang digunakan penulis berupa laporan keuangan tahun 2010, tahun 2011, tahun 2012, tahun 2013, dan tahun 2014. Adapun alat analisis yang digunakan penulis adalah rasio early warning system (EWS) yang terdiri dari rasio likuiditas (rasio likuiditas, rasio agent’s balance to surplus), rasio solvabilitas dan umum (rasio batas solvabilitas, rasio tingkat kecukupan dana), dan rasio profitabilitas (rasio perubahan surplus, rasio underwriting, rasio beban klaim).
Berdasarkan hasil perhitungan rasio likuiditas selama periode 2010, 2011, 2012, 2013, dan 2014 pada PT. Asuransi Kredit Indonesia memperoleh rasio likuiditas sebesar 10,64%, 4,12%, 2,52%, 3,65%, dan 3,40% hal tersebut dapat dikatakan bahwa perusahaan masih dalam kategori likuid. Lalu perusahaan memperoleh rasio agent’s balance to surplus sebesar 52,85%, 136,39%, 187,13%, 143,37%, dan 85,66% besarnya tagihan premi cukup untuk menambah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tingkat likuiditas. Rasio batas solvabilitas sebesar 126,96%, 68,95%, 69,09%, 29,49%, dan 20,85% dapat dikatakan kurang baik. Lalu perusahaan memperoleh rasio tingkat kecukupan dana 11,34%, 7,96%, 5,80%, 5,20%, dan 4,76%. Dengan rasio profitabilitas perusahaan memperoleh rasio perubahan surplus sebesar 3,55%, 429,43%, 213,17%, 362,88%, dan 679,27% hal tersebut menunjukan peningkatan cukup baik. Rasio underwriting memperoleh sebesar 35,12%, 32,73%, 36,19%, 26,34%, dan 28,44% yang dimiliki perusahaan menunjukan perkembangan yang semakin menurun. Rasio beban klaim memperoleh sebesar 236,67%, 157,94%, 172,91%, 58,73%, dan 72,98% hal ini menunjukan perkembangan yang cukup baik.
Daftar Pustaka (2005 - 2014)
No comments:
Post a Comment