November 18, 2013

Tugas IBD 4 (3)

Nama: Hanifah Tri Sediaswati
Kelas: 1EA30
NPM: 13213897
Jurusan: Manajemen S1

Tugas 4
Ilmu Budaya Dasar

Manusia dan Tanggung jawab
      1.      Tanggung jawab
-          Pengertian
Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab adalah kewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya dan memberikan jawab serta menanggung akibatnya.

-          Macam-macam tanggung jawab
1.      Tanggung jawab terhadap diri sendiri, contohnya: andi membaca sambil berjalan, lalu ia terjatuh, akibatnya ia harus beristirahat dirawat dirumah dan tidak sekolah. Konsekuensi yang andi dapat ialah tidak dapat bersekolah.
2.      Tanggung jawab terhadap keluarga, contohnya: ibu hidup dengan 2 anak, suaminya meninggal, ia harus menghidupi 2 orang anaknya dengan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup ia dan anak-anaknya.
3.      Tanggung jawab terhadap masyarakat, contohnya: pak RT yang menjabat saat itu di daerah tempat tinggalnya harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kesejahteraan warganya.
4.      Tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, contohnya: pada zaman penjajahan dulu, para pemuda Indonesia bertanggung jawab untuk membela negara, turut berperang untuk membela negara, turut berperang untuk memerdekakan bangsa Indonesia.
5.      Tanggung jawab terhadap tuhan, contohnya: manusia telah diberi kehidupan yang sangat mencukupi dan layak. Semua itu atas pemberian sang pencipta yaitu Allah SWT. Dan kita sebagai manusia harus bersyukur dan menjalakan apa yang diperintahkan Allah SWT agar hidup kita semakin sejahtera.

-          Tanggung jawab diri sendiri di rumah dan di kampus
Tanggung jawab saya dirumah ialah sebagai anak harus patuh pada apa yang dikatakan orang tua agar kehidupan kedepannya bisa berjalan dengan baik, sedangkan tanggung jawab saya dikampus ialah mengikuti semua ketentuan yang ada dilingkungan kampus.

         2.        Pengabdian dan Pengorbanan
-          Pengertian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih, kaish sayang, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sahri penuh untuk mencukupi kebutuhan. Hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.

-          Macam-macam pengorbanan
1.      Pengorbanan kepada diri sendiri
2.      Pengorbanan kepada orang lain
3.      Pengorbanan kepada masyarakat
4.      Pengorbanan kepada tuhan

-          Contoh
Pengorbanan seorang ayah yang busi dan tuli kepada anaknya perempuannya yaitu sebuah kisah yang dapat mengingatkan kita akan besarnya cinta orang tua kepada anaknya, walaupun mungkin kita sebagai anak sering lupa dengan keadaan orang tua kita sekarang yang sejak dulu telah mengorbankan segalanya untuk membuat kita selalu tersenyum dan bahagia.



Sumber Materi, E book Gunadarma

Tugas IBD 4 (2)

Nama: Hanifah Tri Sediaswati
Kelas: 1EA30
NPM: 13213897
Jurusan: Manajemen S1

Tugas 4
Ilmu Budaya Dasar

Manusia dan Pandangan hidup
1.      Pandangan Hidup
-          Pengertian
Adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidup

-          Ada 3 macam pandangan hidup
1.      Agama
2.      Ideology
3.      Renungan

2.      Cita-cita
-          Pengertian
Adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hirup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebijakan, dan tanpa sikap hidup.
-          Cita-cita saya adalah  ingin menjadi pramugari dan dokter. Menjadi pramugari adalah hal yang menurut saya menyenangkan bisa berpergian tanpa harus membayar bahkan kita yang dibayar karena kita melayani setiap orang yang menaiki pesawat itulah pramugari. Ingin menjadi dokter adalah tujuan yang paling mulai menurut saya karena jika kita sakit kita pasti membutuhkan jasa dokter.

3.      Kebijakan
-          Pengertian
Kebijakan adalah aturan tertulis yang merupakan keputusan formal organisasi, yang bersifat mengikat, yang mengatur perilaku dengan tujuan untuk menciptakan tata nilai baru dalam masyarakat. Kebijakan juga diharapkan dapat bersifat umum tetapi tanpa menghilangkan ciri lokal yang spesifik.
-          Contoh
1.      Undang-undang
2.      Peraturan pemerintah
3.      Keppres
4.      Kepmen
5.      Perda
6.      Keputusan Bupati
7.      Keputusan Direktur
Setiap kebijakan yang dicontohkan disini adalah bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan oleh obyek kebijakan.

-          Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku
1.      Faktor Internal
a.       Jenis Ras atau Keturunan
b.      Jenis Kelamin
c.       Sifat Fisik
d.      Kepribadian
e.       Intelegensi
f.       Bakat

2.      Faktor Eksternal
a.       Pendidikan
b.      Agama
c.       Kebudayaan
d.      Lingkungan
e.       Sosial ekonomi

3.      Faktor Endogen

4.      Usaha atau Perjuangan
-          Pengertian
Usaha atau Perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha dan perjuangan, perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia ingin menjadi kaya, ia harus bekerja dari nol. Bila seseorang ingin menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar.
-          Contoh
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu, tenaga atau jasmani, bisa juga dengan keduanya. Para ilmuwan menggunakan otak atau ilmunya untuk bekerja keras sedangkan buruh menggunakan tenaga atau jasmaninya untuk bekerja keras.

5.      Keyakinan atau kepercayaan
-          Pengertian
Keyakinan atau kepercayaan adalah suatu sikap yang ditunjukan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena itu merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran.

-          Contoh
Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan tersebut keliru.


Sumber Materi, E book Gunadarma





Tugas IBD 4 (1)

Nama: Hanifah Tri Sediaswati
Kelas: 1EA30
NPM: 13213897
Jurusan: Manajemen S1

Tugas 4
Ilmu Budaya Dasar

Manusia dan Keadilan

1.      Keadilan
-          Pengertian
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.

-          Contoh keadilan
Seorang pencuri perhiasan dengan koruptor yang mencuri uang rakyat seharusnya mempunyai penegasan hukum atau hukuman yang sesuai dengan perbuatannya, tidaklah sama.

-          Macam-macam keadilan
1.      Keadilan Moral
Plato berpendapat keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasar yang paling cocok baginya.
2.      Keadilan Distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama.
3.      Keadilan Komutatif
Bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

2.      Keadilan Sosial
-          Sila dalam pancasila yang ada hubungannya dengan keadilan sosial
Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

-          5 wujud keadilan sosial
1.      Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2.      Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3.      Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan.
4.      Sikap suka berkerja keras
5.      Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

3.      Kejujuran
-          Pengertian dan penjelasan hakekat kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedangkan kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya.
Oleh karena itu jujur juga berarti menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.

4.      Kecurangan
-          Pengertian
Kecurangan atau curang identik dengan ke tidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.

-          Sebab-sebab dari kecurangan
1.      Aspek ekonomi
2.      Aspek kebudayaan
3.      Aspek peradaban
4.      Aspek teknik

5.        Pemulihan nama baik
-          Pengertian
Adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya bahwa apa yang telah diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak. Oleh karena itu, tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia.
-          Ada 3 macam godaan yaitu;
1.      Derajat/Pangkat
2.      Harta
3.      Wanita

6.      Pembalasan
-          Pengertian
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, dan tingkah laku yang seimbang.

-          Penyebab 
Pembalasan terjadi karena adanya sesuatu kesalahpahaman atau tindakan yang seharusnya tidak dilakukan, maka antara satu kubu dengan kubu yang lain menimbulkan rasa dendam yang sama dengan perlakuan yang sejenis.

-          Contoh
Dalam suatu pekerjaan adanya rasa saling kecemburuan antar karyawan yang dimana hal itu secara tidak langsung mengambil objek yang di kerjakan, maka dari semua itu akan timbul di dalam dirinya yang hanya mementingkan objek itu sendiri, artinya suatu pembalasan terjadi karena adanya seorang yang memulai secara curang/licik, maka pihak yang bersangkutan akan memulai pembalasannya dari apa yang sudah di ambil darinya itu.

Sumber Materi, E book Gunadarma










November 3, 2013

Tugas IBD 2 Bab 6

Nama: Hanifah Tri Sediaswati
Kelas: 1EA30
NPM: 13213897
Jurusan: Manajemen S1

Tugas 2
Ilmu Budaya Dasar
Bab VI. Manusia dan Penderitaan

1.      Penderitaan
-          Pengertian Penderitaan
Penderitaan adalah suatu keadaan dimana kita merasa disakiti baik secara fisik maupun mental.

-          Penderitaan yang dialami
Yaitu pernah dikecewakan oleh orang yang dikasihi

 2.      Siksaan
-          Pengertian Siksaan
Siksaan adalah suatu penderitaan yang diterima seseorang, biasa dirasakan pada badan atau jasmani dan jiwa atau rohani. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah.

-          Macam-macam siksaan

-          Macam-macam phobia

3.      Kekalutan Mental
-          Pengertian Kekalutan Mental
Kekalutan Mental adalah suatu keadaan jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya.

-          Gejala-gejala kekalutan mental :
1.      Seseorang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2.      Seseorang sering merasakan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
3.      Selalu iri hati dan mudah curiga
4.      Kurang yang komunikasi yang baik
5.      Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri
6.      Sering terjadi konflik sosial budaya akibat adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan lingkungan masyarakat

-          Tahap-tahap gangguan jiwa :
1.       Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2.      Usaha mempertahankan diri dengan cara negative.
3.      Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
-          Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1.       Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2.       Terjadinya konflik sosial budaya.
3.      Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

-          Proses-proses kekalutan mental :  
-          Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative.
Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.

-          Bentuk frustasi antara lain :
1. Agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2. Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan
3. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4. Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain.
5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6. Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7. Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
-          Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1.kota–kota besar
2. anak-anak muda usia
3. wanita
4. orang yang tidak beragama
5. orang yang terlalu mengejar materi
-          Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
-          Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawain atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. SIkap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lainlain

Sumber Materi, E book Gunadarma