Nama: Hanifah Tri Sediaswati
Kelas: 1EA30
NPM: 13213897
Jurusan: Manajemen S1
Tugas 4
Ilmu Budaya Dasar
Manusia dan Keadilan
1.
Keadilan
-
Pengertian
Keadilan adalah kondisi
kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau
orang.
-
Contoh keadilan
Seorang pencuri perhiasan
dengan koruptor yang mencuri uang rakyat seharusnya mempunyai penegasan hukum
atau hukuman yang sesuai dengan perbuatannya, tidaklah sama.
-
Macam-macam keadilan
1.
Keadilan Moral
Plato berpendapat keadilan dan hukum merupakan
substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya.
Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat
dasar yang paling cocok baginya.
2.
Keadilan Distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan
terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlukan secara sama dan hal-hal yang
tidak sama diperlakukan tidak sama.
3.
Keadilan Komutatif
Bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat
dan kesejahteraan umum. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan
ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam
masyarakat.
2. Keadilan
Sosial
-
Sila dalam pancasila
yang ada hubungannya dengan keadilan sosial
Dengan
sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari
hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan
masyarakat Indonesia.
-
5 wujud keadilan sosial
1. Perbuatan
luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Sikap
adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta
menghormati antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap
suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan.
4. Sikap
suka berkerja keras
5. Sikap
menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan
kesejahteraan bersama.
3. Kejujuran
-
Pengertian dan
penjelasan hakekat kejujuran
Kejujuran atau jujur
artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang
dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedangkan kenyataan yang ada itu
adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih
hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu
dituntut satu kata dan perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus
sama dengan perbuatannya.
Oleh karena itu jujur juga
berarti menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata
ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak,
harapan dan niat.
4.
Kecurangan
-
Pengertian
Kecurangan atau curang identik
dengan ke tidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun
tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak
sesuai dengan hati nuraninya atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat
curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.
-
Sebab-sebab dari
kecurangan
1. Aspek
ekonomi
2. Aspek
kebudayaan
3. Aspek
peradaban
4. Aspek
teknik
5.
Pemulihan nama baik
-
Pengertian
Adalah kesadaran manusia akan
segala kesalahannya bahwa apa yang telah diperbuatnya tidak sesuai dengan
ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak. Oleh karena itu, tingkah laku dan
perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia.
-
Ada 3 macam godaan
yaitu;
1. Derajat/Pangkat
2. Harta
3. Wanita
6. Pembalasan
-
Pengertian
Pembalasan ialah suatu reaksi atas
perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan
yang seimbang, tingkah laku yang serupa, dan tingkah laku yang seimbang.
-
Penyebab
Pembalasan terjadi karena adanya
sesuatu kesalahpahaman atau tindakan yang seharusnya tidak dilakukan, maka
antara satu kubu dengan kubu yang lain menimbulkan rasa dendam yang sama dengan
perlakuan yang sejenis.
-
Contoh
Dalam suatu pekerjaan adanya rasa
saling kecemburuan antar karyawan yang dimana hal itu secara tidak langsung
mengambil objek yang di kerjakan, maka dari semua itu akan timbul di dalam
dirinya yang hanya mementingkan objek itu sendiri, artinya suatu pembalasan
terjadi karena adanya seorang yang memulai secara curang/licik, maka pihak yang
bersangkutan akan memulai pembalasannya dari apa yang sudah di ambil darinya
itu.
Sumber Materi, E book Gunadarma
No comments:
Post a Comment